Langsung ke konten utama

Lunar Eclipse (Science and Myth)

Gerhana adalah fenomena alam yang sangat menarik, dimana planet kehidupan kita, matahari dan bulan berada dalam titik ekuilibrium. kejadian alam ini menjadi kajian menarik bagi para scientist, buruan abadi para pecinta seni fotografi, juga memuat berbagai cerita mistis yang disakralkan oleh masyarakat di berbagai belahan bumi.

Saya menyebutnya Sparkling Eclipse, kita mulai dengan penjelasan secara ilmiah. Well, guys kita sudah sering mendengar istilah gerhana sejak duduk di bangku kelas 3 SD (kalau tidak salah ingat ^^) merupakan suatu kejadian dimana posisi bulan, bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus, sehingga sinar matahari terhalang oleh bulan/bumi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gerhana diartikan sebagai ger·ha·na 1n bulan (matahari) gelap sebagian atau seluruhnya dilihat dr bumi; eklips;

Gerhana Bulan

Gerhana Bulan terjadi ketika cahaya bulan tidak sampai ke bumi krn titik pusat geometri bulan, bumi, dan matahari terletak pada satu garis dan bumi berada di tengahnya. Ilustrasi gerhana bulan disajikan dalam skema berikut :
Gerhana bulan 8 Oktober  2014

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°[1], maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.
Gerhana Bulan/Lunar Eclipse 


Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.
 
Lunar Eclipse Schedule 
Jadwal terjadinya gerhana bulan adalah sebagai berikut :
  • April 4, 2015: Total eclipse. Dapat dilihat di daerah  Samudera Pasifik dan perbatasan daerah  Amerika, Asia dan Australia.
  • Sept. 28, 2015: Total eclipse. Dapat dilihat di daerah sebelah timur Samudera Pasifik, Amerika, Eropa, Afrika, Asia Barat.
  • March 23, 2016: Penumbral eclipse. Dapat dilihat di Asia, Australia, Samudera Pasifik, Amerika Barat.
  • Sept. 16, 2016: Penumbral eclipse. Dapat dilihat dari Eropa, Afrika, Asia, Australia, Barat  Samudera Pasifik.
       Sumber : http://www.space.com/15689-lunar-eclipses.html

Penjelasan detail mengenai gerhana blood moon yang terjadi 4 April 2015 dapat diakses pada halaman BMKG berikut :


Mitos tentang Gerhana Bulan

1. Yesus turun ke bumi

Di tahun 2014, penampakan Blood Moon (Tetrad) terjadi pada bulan April dan penampakan kedua adalah pada bulan Oktober. Penampakan selanjutnya dari Gerhana Bulan Darah ini adalah pada tanggal 04 April dan 25 September 2015.

Ilustrasi Yesus memegang bulan dan matahari 

Namun, menurut mitologi yang dipercaya mulai 2000 tahun lalu, ketika Blood Moon (Tetrad) menampakkan dirinya, orang-orang Kristen ortodok percaya baha di saat itu lah Yesus turun ke bumi. Hal itu merupakan interpretasi dan pemahaman orang-orang zaman dahulu dengan dasar tulisan pada Kitab Injil.

2. Pembersihan hati oleh Mother of the Moon
Mother of the moon 

Menurut kepercayaan orang-orang asli Amerika, ketika muncul gerhana bulan darah seperti ini, apalagi yang masuk dalam kategori Tetrad, hal itu adalah tanda di mana "Ibu" bulan menampakkan diri. Penampakan dirinya itu bertujuan untuk membawa kreativitas, penerangan dan membersihkan energi, jiwa, emosional dan spiritual manusia, khususnya para wanita yang ada di bumi.

3. Jaguar akan memakan Bulan


Bulan akan dimakan Jaguar 

Bangsa Inca kuno percaya bahwa ketika bulan purnama merah atau Bulan Darah menampakkan diri di langit, hal itu merupakan pertanda bahwa sedang akan terjadi hal buruk, yaitu jaguar akan menyantap bulan.
                        Kepercayaan suku Inca tentag Gerhana Bulan dimakan Jaguar
Menurut tulisan bangsa Spanyol terdahulu, bangsa Inca takut setelah jaguar memakan bulan, maka hewan ini akan turun ke bumi dan memangsa semua manusia. Oleh karenanya, ketika muncul Gerhana Bulan Darah Tetrad, mereka akan membuat suara yang sangat gaduh dengan menabuh segala hal sampai berteriak-teriak.

4. Bulan sedang sakit dan berdarah

Menurut kepercayaan suku asli Amerika dari utara California bernama Hupa, ketika terjadi gerhana bulan darah Tetrad, hal itu merupakan pertanda bahwa bulan sedang sakit karena diserang oleh hewan peliharaannya sendiri.

Blood Moon 

Orang-orang Hupa percaya bahwa bulan memiliki 20 istri dan banyak hewan peliharaan seperti ular dan singa. Namun ketika bulan terlambat atau tidak memberi mereka makan, maka hewan-hewan itu akan menyerang bulan dan mengakibatkannya berdarah. Setelah berdarah, maka istri-istrinya menyembuhkan bulan dan juga menjaganya dari serangan hewan peliharaan serta memulihkan kesehatannya.

5. Kepercayaan Rakyat Masyarakat Kuno

"Bagi manusia di masa lalu, gerhana bulan dianggap pertanda, kehidupan mungkin segera berakhir. Kiamat. Sebab, Bulan berubah menjadi merah, semerah darah. Manusia di masa lalu khawatir, cahaya Bulan yang menyinari malam mungkin akan menghilang untuk selamanya," kata Mitzi Adams, astronom Marshall Space Flight Center Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Huntsville, Alabama seperti dikutip dari SPACE.com, Sabtu (4/4/2015).

                                       Gambar kepercayaan kaum kanibal saat gerhana bulan



6. Kepercayaan  Jawa

Sebagian besar masyarakat Jawa dan Bali Kuno meyakini bahwa ada dewa penguasa bulan yang disebut Dewi Bulan atau biasa disebut Dewi Sri (Dewi yang menjaga padi). Alkisah, Dewi Bulan memiliki kecantikan luar biasa sehingga tak sedikit yang ingin mempersuntingnya, tak terkecuali Sang Batara Guru atau ayah angkatnya sendiri. Singkat cerita, demi tetap terlangsungnya tahta Kahyangan, maka para Dewa membuat suatu kesepakatan untuk bekerja sama membunuh Dewi Sri dengan memberinya minuman beracun. Setelah sang Dewi meninggal dunia, jasadnya disemayamkan di bumi. Suatu ketika dari makamnya, keluar berbagai macam tumbuhan diantaranya padi, kelapa, buah-buahan serta umbi-umbian. 
Arca Dewi Sri di Bali


Dewi Sri selalu digambarkan sebagai gadis muda yang cantik, ramping tapi bertubuh sintal dan berisi, dengan wajah khas kecantikan alami gadis asli Nusantara. Mewujudkan perempuan di usia puncak kecantikan, kewanitaan, dan kesuburannya.

Kebudayaan adiluhung Jawa dengan selera estetis tinggi menggambarkan Dewi Sri seperti penggambaran dewi dan putri ningrat dalam pewayangan. Wajah putih dengan mata tipis menatap ke bawah dengan raut wajah yang anggun dan tenang. Serupa dengan penggambaran kecantikan dewi Sinta dan Rama.

Masyarakat tradisional Jawa, terutama pengamal ajaran Kejawen, memiliki tempat khusus di tengah rumah mereka untuk Dewi Sri yang disebut Pasrean (tempat Dewi Sri) agar mendapatkan kemakmuran. Tempat khusus ini dihiasi dengan ukiran ular dan patung loro blonyo, kadang-kadang lengkap dengan peralatan pertanian seperti ani-ani atau arit kecil dan sejumput padi. Sering pula diberi sesajen kecil untuk persembahan bagi Dewi Sri. Patung loro blonyo dianggap sebagai perwujudan Sri dan Sedhana, atau Kamaratih dan Kamajaya, semuanya merupakan lambang kemakmuran dan kebahagiaan rumah tangga, serta kerukunan hubungan suami-istri.

Sebuah kuil kecil persembahan untuk Dewi Sri dibangun di tengah sawah, Karangtengah, Jawa Tengah. 

Pada masyarakat petani di pedesaan Jawa, ada tradisi yang melarang mengganggu dan mengusir ular yang masuk ke dalam rumah. Malah ular itu diberikan persembahan dan dihormati hingga ular itu pergi dengan sendirinya, tradisi ini menganggap ular adalah pertanda baik bahwa panen mendatang akan berhasil melimpah. Pada upacara slametan menanam padi juga melibatkan dukun yang mengelilingi desa dengan keris berkekuatan gaib untuk memberkati bibit padi yang akan ditanam.

Well guys, saya rasa cukup dulu tulisan mengenai Gerhana Bulannya, semoga bermanfaat ya. Lain kali kita berbagi informasi lagi. Salam hangat.

Amsyad.

Referensi :
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/index.php
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/lunar.html
http://www.space.com/27342-total-lunar-eclipse-images-october-2014.html
http://news.nationalgeographic.com/news/2014/04/140413-total-lunar-eclipse-myths-space-culture-science/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sri
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_wayang
http://id.wikipedia.org/wiki/Batara_Guru

Komentar