Langsung ke konten utama

4th Anniversary


Aku tidak tahan untuk tidak menuliskannya. Disela-sela kesibukanku yang semakin padat. Deadline tesis & jadwal yang bertumpuk. Tak lain tak bukan karena ini tentangnya, masih tentangnya, dan akan selalu tentangnya. 1212 adalah angka istimewa bagi kami. 4 x 365 sudah terlewati, apa yang menyebabkannya istimewa, tentu saja karena tahun ini adalah kabisat. Semoga dia juga mengingatnya.




Karena ini tahun kabisat juga, aku akan mengingatnya 2 hari. Banyak peristiwa yang terjadi, tanpanya. Tapi apa yang telah diajarkannya padaku selama ini mampu membuatku untuk tetap berdiri. Apa yang telah diberikannya padaku, tak kan pernah membuatku merasa sendiri. Karena ini tahun ke-2 juga kami melewati angka istimewa ini ditempat yang berbeda, itu tak kan merubah kesakralannya. 

Masih dengan musik latar yang dulu sering kami dengarkan. Musik yang mengalun bersama kenangan, bersama setiap langkah yang kami lewati disetiap masa. Suka, duka, canda, dan semua yang pernah terjadi selalu mengisi hari-hariku disini. Karena aku yang memutuskan untuk tetap berada disini, ditempat yang sama, agar kisah itu tidak hilang.

Tidak, saat ini adalah yang paling sendu. Saat ini adalah klimaks dimana aku sangat merindukannya. Semoga dia juga merasakan hal yang sama. Kami, berjuang dijalan masing-masing, dengan tujuan masing-masing, namun untuk sebuah pencapaian yang sama, harapan yang sama, dan doa yang sama. 

Aku tidak bisa menghentikan jariku untuk terus menceritakan tentangnya. Padahal hari ini bertepatan dengan pengumpulan naskah tesis dan aku harus segera ke kampus perjuangan. Ah, tapi ini adalah prioritas, akan selalu ada waktu untuknya, untuk kami. Karena aku tak mungkin berada disini jika bukan karenanya juga. Terimakasih sudah menjadi penyemangatku.

Dan lagi, setiap waktu yang dia kisahkan, mendewasakanku dalam menghadapi setiap persoalan. membuatku untuk tetap menatap langit tanpa meninggalkan pijakan kaki di bumi. Engkaulah inspirasi pagi-ku, kau adalah doa dikala senja, dan mimpi-mimpi dikala malam tiba. Kisah kami, seperti rangkaian sajak el Rumi, atau gibran yang kukagumi. Selalu ada harapan mesra di setiap baitnya.

Aku dan engkau, berada dibawah langit yang sama meskipun terkadang berbanding terbalik dengan ramalan cuaca. Masih, pijakan kita tetap sama meskipun terkadang bumi-mu lebih basah. Dan, kau lebih tersamarkan embun daripadaku. Karena itulah, mendung dan hujan adalah sebuah kemesraan tersendiri bagiku. Mungkin bayanganmu terlihat lebih jelas jika dunia ini semakin abu-abu. Aku suka dengan semua itu.

Kami, sebuah cerita dari negeri awan yang tak pernah terlupakan. Aku mencatatnya dalam setiap garis-garis notasi yang terdiri dari perpaduan angka. Kau adalah algoritma yang mampu mendefinisikan setiap pemodelan dalam sistemku. Ya, terimakasih karena selalu mengertiku, bersabar untukku, berhati bijak denganku. Dimanapun kau berada, I’m still here for you. 


Surabaya, 111213 06:56 AM

AeC

Komentar

  1. Keren sekali tulisanya, membuatku merinding dan speechles..

    Ana muhibbak ya khatibatiy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih karena selalu ada untukku... :)

      Hapus

Posting Komentar